Perbandingan Perhitungan Waktu Shalat Menggunakan Astrolabe RHI dan Accurate Times

Authors

  • Hasrian Rudi Setiawan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia
  • Arwin Juli Rakhmadi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia
  • Muhammad Hidayat Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia
  • Abu Yazid Raisal Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia
  • Hariyadi Putraga Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22515/alahkam.v6i2.3416

Keywords:

Prayer Times, Astrolabe, Accurate Times

Abstract

This study aims to determine the comparison of the calculation of prayer times using the RHI Astrolabe and Accurate Times Software. In addition, this study also describes in detail the steps in determining prayer times using the RHI Astrolabe and Accurate Times Software. The research method used in this study is experimental. The results of this study indicate that there is a difference in the calculation of prayer times on December 20 between the RHI Astrolabe and Accurate Times Software. The difference between Asr is 8 minutes, Isha 6 minutes and Fajr 1 minute. Meanwhile, during Zuhr, Maghrib and Shuruq there is no difference in the calculation of the RHI Astrolabe with the Accurate Times Software.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan perhitungan waktu shalat menggunakan Astrolabe RHI dan Software Accurate Times. Tujuan penelitian lainnya adalah untuk menjelaskan secara rinci langkah-langkah dalam menentukan waktu shalat menggunakan Astrolabe RHI dan Software Accurate Times. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat selisih perbedaan perhitungan waktu shalat pada tanggal 20 Desember antara Astrolabe RHI dengan Software Accurate Times. Adapun selisih pada waktu Ashar 8 menit, Isya 6 menit dan Subuh 1 menit. Sedangkan waktu Zuhur, Maghrib dan Syuruq tidak ada perbedaan pada perhitungan menggunakan Astrolabe RHI dan Software Accurate Times.

References

Amri, T. 2014. “Waktu Shalat Perpektif Syar’i.” Asy-Syariah 16, no. 3.

Angelo, Joseph A. 2006. Encyclopedia of Space and Astronomy. New York: Fact On File Inc.

Borg, WR., dan MD. Gall. 1983. Educational research: An introduction. New York: Longman.

Butar-Butar, Arwin Juli Rakhmadi. 2016. Khazanah Astronomi Islam. Purwokerto: UM Purwokerto Press.

Dahlia. 2007. “Jadwal Salat Sepanjang Masa di Indonesia (Studi Akurasi dan Batas Perbedaan Lintang dalam Konversi Jadwal Salat).” IAIN Walisongo.

Hidayat, Muhammad. 2018. “Penyebab Perbedaan Hasil Perhitungan Jadwal Waktu Salat di Sumatera Utara.” Jurnal Al-Marshad 4, no. 2.

King, David A. 1981. “The Origin of the Astrolabe According to the Medieval Islamic Sources.” Journal for the History Arabics Science 5, no. 43.

Mitchell, MKA Timothy J. 2011. The Astrolabe in Theory and Practice. San Frasisco: Creative Commons Attribution.

Mulyana, Deddy. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Odeh, Muhammad. 2021. International Astronomical Center.

Qulub, Siti Tatmainul. 2017. Ilmu Falak. Depok: Rajawali Press.

Rohmah, Nur. 2017. “Astrolabe Rhi Dalam Menentukan Panjang Bayangan Awal Waktu Zuhur Dan Asar.” UIN Walisongo Semarang.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Zaimeche, Salah. 2002. “Muslim Contribution to Astronomy.” FSTC Limited.

Downloads

Published

2021-12-31

Citation Check