Perjanjian Kerjasama Pengadilan Agama Sawahlunto dengan Bank BRI Perspektif Fatwa DSN MUI Nomor 1 Tahun 2004

Authors

  • Laila Afni Rambe Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22515/alahkam.v6i2.3548

Keywords:

Cooperation Agreement, Relegious Court, fatwa

Abstract

This article describes the cooperation agreement of the Sawahlunto Relious Court whit the BRI Bank. The backgroud of this research is the cooperation  agreement between Sawahlunto Religious Court and BRI Bank in financing the cost of case down-payment and capital expenditure that contradicts the fatwa DSN MUI Number 1 of 2004 concerning bank interest which prohibits conducting transactions with Conventional Banks based on interest caalculation. This research is a field research with data analysis method using a qualitative descriptive approach. Based on research result, the Sawahlunto Religious Court cooperation agreement with BRI Bank is included in the permiitted cooperation agreement (mubah), because it sees an emergency aspect and does not conflict with the treaty law.

 

Artikel ini menjelaskan tentang perjanjian kerjasama Pengadilan Agama Sawahlunto dengan Bank BRI. Latar belakang penelitian ini adalah adanya perjanjian kerjasama antara Pengadilan Agama Sawahlunto dengan Bank BRI dalam pembiayaan biaya perkara uang muka dan belanja modal yang bertentangan dengan fatwa DSN MUI Nomor 1 Tahun 2004 tentang Bunga Bank yang melarang melakukan transaksi dengan Bank Konvensional berdasarkan perhitungan bunga. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, perjanjian kerjasama Pengadilan Agama Sawahlunto dengan Bank BRI termasuk dalam perjanjian kerjasama yang diperbolehkan (mubah), karena melihat aspek darurat dan tidak bertentangan dengan hukum perjanjian.

Author Biography

Laila Afni Rambe, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Bangsa yang besar adalah bangsa yang belajar

References

Al-Qardhawi, Yusuf. 2006. Mengapa Ulama Digugat (Panduan Lengkap Mengeluarkan Fatwa). Bandung: CV. Pustaka Setia.

Harahap, Yahya. 2005. Hukum Acara Perdata: Tentang Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian, Dan Putusan Pengadilan. Jakarta: Sinar Grafika.

Hartono, Sri Redjeki. 2000. Hukum Asuransi Dan Perusahaan Asuransi. Jakarta: Sinar Grafika.

Jalil, Basiq. 2012. Peradilan Islam. Jakarta: Sinar Grafika.

Mardani. 2014. Ushul Fiqh. Jakarta: Rajawali Press.

Miru, Ahmadi. 2010. Hukum Kontrak & Perancangan Kontrak. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Patrik, Purwahid. 1994. Dasar-Dasar Hukum Perikatan. Bandung: Mandar Maju.

Prodjodikoro, Wirjono. 1995. Hukum Perdata Tentang Persetujuan Tertentu. Bandung: Sumur Bandung.

Quthb, Sayyid. 2000. Tafsir Fi Zhilalil Qur’an Di Bawah Naungan Al-Qur’an. Jakarta: Gema Insani Press.

Rahman, Hasanudin. 2000. Legal Drafting. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.

Simanjuntak, PNH. 2009. Pokok-Pokok Hukum Perdata Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Simanjuntak, Ricardo. 2006. Teknik Perancangan Kontrak Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia.

Subekti. 2003. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jakarta: PT Balai Persero.

Sugiarto, Aidi. 2008. “Fatwa MUI Tentang Bunga Bank (Studi Terhadap Pandangan Masyarakat Mlangi).” Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Syarifuddin, Amir. 2011. Ushul Fiqh Jilid 2. Jakarta: Kencana.

Downloads

Published

2021-12-31

Citation Check