PENGUATAN HUKUM EKONOMI SYARIAH PADA LEMBAGA KEUANGAN BERDASARKAN UU NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN

Authors

  • Adik Sukmawati Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia
  • Tegar Wahyudi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia
  • Ulfah Dwi Rahmawati Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia
  • Fahmi Fairuzzaman

Keywords:

Sharia Economic Law, Financial Services Authority, Law Number 21 of 2011 concerning Financial Services Authority

Abstract

There are three objectives in this research, namely to find out the concept of sharia economic law in financial institutions in terms of Law Number 21 of 2011 concerning OJK (Financial Services Authority), strengthening sharia economic law within the Financial Services Authority, and handling sharia economic law problems. by the Financial Services Authority. In this study through the stages of problem identification, preparation of activity proposals, and program implementation. By using a normative legal research method (juridical-normative) with a statutory approach  and a concept approach. In terms of data collection, library research is the technique used in collecting our research data for content analysis in order to obtain normative data. The concept of sharia economic law at the Financial Services Authority is related to sharia economics, the strengthening of sharia economic law is contained in Law Number 21 of 2011 concerning the Financial Services Authority, if there are sharia banking problems this can be resolved by using a court or through an institution organized by the Authority. Financial Services, namely Alternative Dispute Resolution Institutions.

References

“ilmiah”. (2022). Pada KBBI Daring. Diakses tanggal 06 Februari 2022. URL: https://kbbi.web.id/ilmiah.

Abduh, M. & Omar, M.A. (2012) Islamic banking and economic growth: the Indonesian experience. International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 5(1), 35-47.

Administrator, Lembaga A;lternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keungan (LAPS SJK), diakses dari https://indosurya.finance/media-detail/lembaga-alternatif-penyelesaian-sengketa-sektor-jasa-keuangan-laps-sjk , pada tanggal 6 Februari 2022 pukul 22.34.

Adrian Sutedi, A. H. (2014). Otoritas Jasa Keuangan. Jakarta: Raih Asa Sukses, 114.

Chairia, dkk. (2022). Pengaruh Pertumbuhan Pembiayaan Bank Syariah Terhadap Tingkat Profitabilitas Pada Bank Umum Syariah Yang Terdagtar Di Otoritas Jasa Keuangan periode 2016-2020. Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan PubliK, 7(1), 142.

Djamil, F. (2013). Hukum Ekonomi Islam: Sejarah, Teori, dan Konsep. Jakarta: Sinar Grafika.

El Ayyubi S, dkk. (2017). Pengaruh Bank Syariah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Jurnal Al-Muzara’ah 5(2), 91.

Faozan, A. (2013). Konsep Pasar Modal Syariah. Muqtasid: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 4(2), 287.

Ibrahim, J. (2007). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Banyumedia Publishing.

Ika, A. (2018). Peran Pemerintah Terhadap Proteksi Hak-Hak Konsumen dalam Transaksi Ekonomi Syariah. Prosiding Seminar Nasional Prodi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 1-23.

Imaniyati, Neni S. (2013). Perbankan Syariah Dalam Perspektif Hukum Ekonomi. Bandung: Mandar Maju.

Kholid, M. (2018). Prinsip-Prinsip Hukum Ekonomi Syariah Dalam Undang-Undang Tentang Perbankan Syariah. Asy-Syariah, 20(2), 145-162.

Khusairi, H. (2015). Hukum Perbankan Syariah. Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum, 13(1), 31-50.

Lasa. (2009). Manajemen Perpustakaan Sekolah. Yogyakarta: Pinus Book.

Lestari, H. (2012). OTORITAS JASA KEUANGAN: SISTEM BARU DALAM PENGATURAN DAN PENGAWASAN SEKTOR JASA KEUANGAN. Jurnal Dinamika Hukum, 12(3).

Lestari, H. (2012). Otoritas Jasa Keuangan: Sistem Baru dalam Pengaturan dan Pengawasan Sektor Jasa Keuangan. Jurnal Dinamika Hukum, 12(3).

Loilewen, Aline F., & Titawati, T. (2020). Pengaturan dan Pengawasan Sektor Jasa Keuangan Berdasarkan UU No.21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Journal Unmasmataram, 14(2), 624-627.

Marzuki, P. M. (2005). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Mdia Grup.

Mertokusumo, S. (2013). Hukum Acara Perdata Indonesia. Yogyakarta: Cahay Atma Pustaka.

Mubarok, N. (2015). Hukum dagang: buku perkuliahan Program S-1 Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya.

Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa, https://www.ojk.go.id/id/kanal/edukasi-dan-perlindungan-konsumen/pages/lembaga-alternatif-penyelesaian-sengketa.aspx , diakses pada tanggal 6 Februari 2022 pukul 22.38,

Otoritas Jasa Keuangan, Struktur Perbankan, https://www.ojk.go.id/id/kanal/perbankan/arsitektur-perbankan-indonesia/Pages/Struktur-Perbankan.aspx , diakses pada tanggal 5 Februari 2022 pukul 23.54.

Ramadhani, H. (2015). Prospek dan Tantangan Perkembangan Asuransi Syariah di Indonesia. AL-TIJARY, 1(1), 57-65.

Rusyid dan Maftukhatusolikhah. (2008). Riba Dan Penyelesaian Sengketa Dalam Perbankan Syariah. Yogyakarta: Pelita Press.

Salam, A., & Irsyad, S. M. (2020). Peranan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sebagai Lembaga Muhtasib Dalam Industri Keuangan Syariah di Indonesia. JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia), 9(2), 73.

Suhendi, H. (2002). Fiqh Muamalat. Jakarta: PT. Raja Grafindo.

Sunaryo, M.A. (2021). PENERAPAN KEBIJAKAN OJK PEREKONOMIAN INDONESIA TERHADAP BANK SYARIAH MANDIRI PADA PANDEMI COVID-19. Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis, 7(2), 169-178.

Taufik. (2007) Nadhariyyatu Al-Uqud Al-Syar’iyyah. Yogyakarta: LKis.

Yafis, M. (2008). Saham Dan Pasar Modal Syariah: Konsep, Sejarah dan Perkembangannya. Miqot: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 32(2), 232-246.

Zaini, Z. D. (2012). Lembaga penjamin simpanan dan fungsinya terhadap penyelesaian Bank gagal di Indonesia. KEADILAN PROGRESIF, 3(2), 40-41.

Published

2023-01-18

Citation Check