https://ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/filantropi/issue/feed Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf 2022-03-17T00:15:12+07:00 Qosim Khoiri Anwar filantropi.mazawa20@gmail.com Open Journal Systems <p>E-ISSN : <a class="font-weight-bold" href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1594314862" target="_blank" rel="noopener">2723-5416</a></p> <p>P-ISSN : <a class="font-weight-bold" href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1595300329" target="_blank" rel="noopener">2723-5424</a></p> <p><strong>Filantropi: Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf</strong> Is a peer-reviewed periodical journal published twice or twice a year in April and October by Management Zakat and Wakaf Department Sharia Faculty of UIN Raden Mas Said Surakarta. This Journal is a communication tool intended for researchers, academics and practitioners in the field of Islamic Philanthropy, Financial Management of Zakat, Sedekah and Wakaf Law.</p> https://ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/filantropi/article/view/3569 GAGASAN INTEGRASI ZAKAT DAN PAJAK PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH: PENDEKATAN SISTEM JASSER AUDA 2021-05-26T03:12:41+07:00 Roykhatun Nikmah ikanikmah92@gmail.com <p><em>Several kinds of literature have tried to formulate the concept of zakat and tax integration or the idea that tax is a form of zakat, such as Masdar Farid Mas'udi's view. Zakat which has vertical as well as horizontal dimensions has great potential in realizing the welfare and benefit which is the goal of shari'at (maqashid syari'ah), as well as the role of taxes. This paper explains the discourse of integrating zakat and tax as a new concept in optimizing the management of zakat and tax funds in building social welfare, alleviating poverty, and realizing Sustainable Development Goals (SDGs). The concept of zakat and tax integration will be reviewed based on the contemporary maqashid sharia theory initiated by Jasser with a systems approach. maqashid of classical sharia which tends to prioritize the benefit of the individual is expanded to include the benefit of society. By integrating zakat and taxes in a government policy, the benefit of society, in general, will be realized, the purpose of Islamic law is no longer just safeguarding and preservation but shifting towards development.</em></p> <p><em>Beberapa literatur telah mencoba memformulasikan konsep integrasi zakat dan pajak atau gagasan yang mengatakan pajak merupakan bentuk dari zakat seperti pandangan Masdar Farid Mas'udi. Zakat yang memiliki dimensi vertikal dan juga horizontal memiliki potensi besar dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemaslahatan yang merupakan tujuan dari syariat (maqashid syariah), begitu pula dengan peran pajak. Tulisan ini menjelaskan wacana integrasi zakat dan pajak sebagai konsep baru dalam mengoptimalkan pengelolaan dana zakat dan pajak dalam membangun kesejahteraan sosial, mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs). Konsep integrasi zakat dan pajak akan ditinjau berdasarkan teori maqashid syariah kontemporer yang digagas oleh Jasser dengan pendekatan sistem. maqashid syariah klasik yang cenderung memprioritaskan kemaslahatan individu diperluas dengan cakupan kemaslahatan masyarakat. Dengan mengintegrasikan zakat dan pajak dalam suatu kebijakan pemerintah maka akan terwujud kemaslahatan masyarakat secara umum, tujuan hukum Islam tidak lagi sekedar penjagaan dan pelestarian tapi bergeser menuju pengembangan.</em></p> 2022-03-16T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Roykhatun Nikmah https://ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/filantropi/article/view/4425 STRATEGI PEMBIAYAAN BANKZISKA TERHADAP PRAKTIK RIBA PADA PELAKU UMKM 2022-01-18T06:56:40+07:00 Suci Setiawan setiawansuci.ss@gmail.com Pipit Septiana Sholikha pipitseptianasholikha@gmail.com Dwi Rahayu dwierhaye85@gmail.com Nurma Fitrianna nurma@iainponorogo.ac.id <p>The problem of poverty and social inequality has become an acute social problem in this country. From the era of the kingdom, colonialism, to the era of independence as it is today, there are still many Indonesian people who are trapped in poverty. A decent and prosperous life is still a dream and hope that has not yet been realized. Thus, of course, a precise and accurate formulation is needed to minimize the poverty rate. It is explained that usury referred to in the Qur'an as a thing that has the nature of vanity is all additions that are taken without any reciprocity or substitutes that are justified in accordance with the Shari'a. The role of Bankziska Lazismu in freeing UMKM actors from the practice of moneylenders is quite significant. Financing products in accordance with the needs of market traders and umkm players.</p> <p>Masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial memang menjadi masalah sosial yang akut di negeri ini. Dari zaman kerajaan, penjajahan, sampai zaman kemerdekaan seperti sekarang ini, masih banyak masyarakat Indonesia yang terjerat kemiskinan. Hidup layak dan sejahtera masih menjadi impian dan harapan yang masih belum terwujud. Dengan demikian, tentunya dibutuhkan formulasi yang tepat dan akurat untuk meminimalisir angka kemiskinan. Dijelaskan bahwa riba yang dimaksud dalam Al-Quran sebagai suatu hal yang memiliki sifat batil adalah semua penambahan yang diambil tanpa adanya timbal balik atau pengganti yang dibenarkan sesuai dengan syariat. Peran Bankziska Lazismu dalam membebaskan pelaku umkm dari praktek rentenir cukup signifikan. Produk pembiayaan sesuai dengan kebutuhan para pedagang pasar dan pelaku umkm.</p> 2022-03-16T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Suci Setiawan, Pipit Septiana Sholikha, Dwi Rahayu, Nurma Fitrianna https://ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/filantropi/article/view/4081 STRATEGI FUNDRAISING ZAKAT DI LEMBAGA RUMAH PEMBERDAYAAN UMMAT (RPU) 2022-01-18T07:06:11+07:00 Mustika Kusuma Wardhani mustikakusuma1999@gmail.com <div class="WordSection1"> <p><em>The potential for zakat in Jatinom District itself is quite large. This can be seen from the condition of the community that the majority of the population is Muslim and some of the population is included in the category of prosperous society. However, this potential has not been fully explored because the level of public awareness in paying zakat is still low. In responding to this, the Rumah Pemberdayaan Ummat (RPU) Jatinom instituted a zakat fundraising strategy. Therefore, the purpose of this study is to find out how the zakat fundraising strategy is the Rumah Pemberdayaan Ummat (RPU) Jatinom and its obstacles. The type of research used is field qualitative research. Sources of data in this study are primary and secondary data sources. Primary sources were obtained from observations, interviews, with RPU Jatinom, then secondary sources were obtained from important supporting documents. After the data is collected, the next step is to go through the data reduction stage, data presentation and drawing conclusions. The zakat fundraising strategy of the Rumah Pemberdayaan Ummat (RPU) Jatinom is carried out through several methods, namely online methods and offline methods.</em></p> <p>Potensi zakat di Kecamatan Jatinom sendiri cukup besar. Hal tersebut terihat dari kondisi masyarakat mayoritas penduduk beragama Islam serta sebagian penduduk termasuk dalam kategori masyarakat sejahtera. Akan tetapi, dari potensi tersebut belum dapat tergali secara maksimal karena tingkat kesadaran masyarakat dalam membayarkan zakatnya masih rendah. Dalam menjawab hal tersebut Lembaga Rumah Pemberdayaan Ummat (RPU) Jatinom melakukan strategi fundraising zakat. Maka dari itu tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana strategi fundraising zakat Lembaga Rumah Pemberdayaan Ummat (RPU) dan hambatannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif lapangan. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Untuk sumber primer didapatkan dari observasi, wawancara, dengan pihak RPU Jatinom, kemudian untuk sumber sekunder didapatkan dari dokumendokumen penting sebagai pendukung. Setelah data terkumpul, langkah berikutnya yaitu melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Strategi fundraising zakat Lembaga Rumah Pemberdayaan Ummat (RPU) dilakukan melalui beberapa metode yaitu metode secara <em>online</em> dan metode secara <em>offline</em>.</p> </div> 2022-03-16T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Mustika Kusuma Wardhani https://ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/filantropi/article/view/4849 NILAI FILANTROPI: SEBUAH TINJAUAN PELAKSANAAN AKAD QARDHUL HASAN DI MASA PANDEMI 2022-01-20T02:33:10+07:00 Wahidin Murdianto wahidelone3@gmail.com <p><em>BMT Tumang Boyolali is a non-bank Islamic financial institution. Baitul Maal wa Tamwil is an institution that runs two fields, namely business through Tamwil and social through maal. One of the social programs at Baitul Maal at BMT Tumang is an economic empowerment program, namely Pokusma.</em> <em>The main problem raised regarding the implementation of the qard</em><em>h</em><em>ul hasan contract used in the maal program is reviewed with maqas</em><em>h</em><em>id shari'ah during the covid-19 pandemic, namely the suitability of the implementation of the contract with existing provisions and the fulfillment of maqas</em><em>h</em><em>id shari'ah values in the use of the qard</em><em>h</em><em>ul hasan contract in the field of Maal BMT Tumang Boyolali Center during the covid-19 pandemic. Thus it will be known how the qard</em><em>h</em><em>ul hasan contract is used in the maal program in the midst of the Covid-19 pandemic. The review of maqas</em><em>h</em><em>id shari'ah on the implementation of the qard</em><em>h</em><em>ul hasan contract during the covid-19 pandemic will reveal the extent to which the values of maqas</em><em>h</em><em>id sharia and maqas</em><em>h</em><em>id qardh</em> <em>are being fulfilled.</em></p> <p> </p> <p>BMT Tumang Pusat Boyolali merupakan lembaga keuangan syariah non Bank. Baitul Maal wa Tamwil merupakan lembaga yang menjalankan dua bidang, yakni bisnis melalui tamwil dan sosil melalui maal. Salah satu program sosial pada baitul maal di BMT Tumang adalah program pemberdayaan ekonomi yaitu pokusma. Masalah utama yang diangkat perihal pelaksanaan akad <em>qardhul hasan</em> yang digunakan pada program maal ditinjau dengan <em>maqashid syariah</em> di masa pandemi covid-19 yakni kesesuaian pelaksanaan akad dengan ketentuan yang ada dan pemenuhan nilai-nilai <em>maqashid syariah </em>dalam penggunaan akad <em>qardhul hasan</em> dalam bidang maal BMT Tumang Pusat Boyolali di masa pandemi covid-19. Dengan demikian akan diketahui bagaimana penggunaan akad <em>qardhul hasan </em>pada program maal di tengah pandemi Covid-19. Tinjauan <em>maqashid syariah </em>terhadap pelaksanaan akad <em>qardhul hasan </em>di masa pandemi covid-19 akan diketahui sejauh mana pemenuhan nilai-nilai <em>maqashid syariah</em> dan <em>maqashid qardh.</em></p> 2022-03-16T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Wahidin Murdianto https://ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/filantropi/article/view/4847 HUMAN CAPITAL SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PROFESIONAL DI LEMBAGA ZAKAT NURUL HAYAT 2022-01-20T01:38:42+07:00 Esa Ayu Kusumaningtyas esatyas05@gmail.com M Maulana Asegaf m.maulana@uinsby.ac.id Basar Dikuraisyin basardikuraisyin@uinsby.ac.id <p><em>The problem of human resources in zakat institutions has always been the most critical obstacle that hinders the effectiveness and accuracy of institutional development. Weaknesses, incompetence and dualism of professional work are often classic reasons that plague zakat institutions. This weakness needs to be formulated, given a solution and a way out to escape from the entanglement of the resource problem. Therefore, this study wants to offer an ideal conception of zakat human resources (amil) development through the locus treasury at the Nurul Hayat zakat institution in Surabaya. The research method used is qualitative with descriptive data analysis. Data was extracted through two methods; interviews and observations. Documentation is not used as it relates to resource performance. This study resulted in two significant findings: firstly, most of the amil in Nurul Hayat already have the ability in fiqh zakat, seen from the training followed and the work experience of each amil.</em></p> <p><em>Meanwhile, marketing ability is seen from the results of amil performance in achieving targets and implementing online marketing in the form of posting programs. For public speaking skills, it can be seen from the briefing conducted by amil Nurul Hayat to train communication and practice it. Second, the professionalism of amil in the management of zakat in Nurul Hayat has carried out his responsibilities by reporting the results that have been carried out and collected by the amil. In managing zakat funds, it is evident from the efforts to improve their abilities by participating in training and self-study by reading books.</em></p> <p> </p> <p>Persoalan sumber daya manusia pada lembaga zakat selalu menjadi kendala terpenting yang mengganjal efektifitas dan akurasi pengembangan lembaga. Kelemahan pada aspek kompetensi dan dualisme kerja profesional seringkali menjadi alasan klasik yang mendera lembaga zakat. Kelemahan inilah yang perlu dicari formulasinya, diberikan solusi dan jalan keluar untuk lepas dari jeratan problem sumber daya. Oleh karena itu, penelitian ini ingin memberikan tawaran konsepsi ideal pengembangan sumber daya manusia (<em>amil</em>) zakat melalui pembendaharaan <em>locus </em>di lembaga zakat Nurul Hayat Surabaya. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan analisis data deskriptif. Data digali melalui dua metode; interview dan observasi. Dokumentasi tidak digunakan karena berkenaan dengan kinerja sumber daya. Hasil dari penelitian ini menghasilkan dua temuan penting, yaitu: <em>pertamas </em>sebagian besar amil di Nurul Hayat sudah memiliki kemampuan tentang fiqih zakat, dilihat dari pelatihan yang diikuti dan pengalaman pekerjaan dari setiap amil. Sedangkan, kemampuan pemasaran dilihat dari hasil kinerja amil berupa pencapaian target dan pelaksanaan pemasaran melalui online, berupa posting program-program. Untuk kemampuan public speaking, dapat dilihat dari briefing dilakukan oleh amil Nurul Hayat untuk melatih komunikasi dan mempraktikkannya. <em>Kedua,, </em>profesionalisme amil dalam pengelolaan zakat di Nurul Hayat, sudah melaksanakan tanggung jawabnya dengan melaksanakan pelaporan hasil yang telah dikerjakan dan dihimpun oleh amil. Dalam mengelola dana zakat, terbukti dari adanya upaya untuk meningkatkan kemampuannya dengan mengikuti training dan belajar mandiri dengan membaca buku.</p> 2022-03-16T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Esa Ayu Kusumaningtyas, M Maulana Asegaf, Basar Dikuraisyin