##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Abstract

This study discusses the collection of poems “Mata Air Di Karang Rinduâ€Â  Tjahjono Widarmanto work using a semiotic approach. This approach is an attempt to uncover the sign contained in a collection of poems in the form of symbols. This study aims to describe cultural symbols and symbols of literature. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques: collecting, reading, and studying books related research.The results of the discussion show that there are cultural symbols that include language, objects, colors, and actions. Literary symbols such as visual imagery, motion images and auditory images. Language symbols are used to display the terms in affirming and clarifying the religious nature. The language symbol also contains a mandate always remember the death that must be experienced by all living things. Literary symbols in the form of images are used to imagine death so that the reader has a picture in his mind about the process of death that becomes the decree of God.

Keywords: semiotics, literature, poetry, symbols.

Keywords

semiotics literature poetry symbols.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
setiawan, kodrat eko putro, wahyuningsih, wahyuningsih, & Kasimbara, D. C. (2021). MAKNA SIMBOL-SIMBOL DALAM KUMPULAN PUISI “MATA AIR DI KARANG RINDU” KARYA TJAHJONO WIDARMANTO. Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pengajarannya, 2(2), 39–64. https://doi.org/10.22515/tabasa.v2i2.3943

References

  1. Abdul, J. Q. (2014). Rahasia Segala Rahasia Intiasari Pemikiran Sufistik. Yogyakarta: Fatiha Media.
  2. Aminuddin. (2000). Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
  3. Anwar, H. (1996). Risalah Doa dan Zikir. Surabaya: Amelia.
  4. Departemen Agama, R. (2014). Al-quran dan Terjemahannya. Bandung: PT Syamil Cipta Media.
  5. Derrida, J. (2002). Dekonstruksi Spiritual: Merayakan Ragam Wajah Spiritual. Diterjemahkan oleh Agus Firmansyah. Yogyakarta:Jalasutra.
  6. Endraswara, S. (2003). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.
  7. Endraswara, S. (2013). Teori Kritik Sastra Prinsip, Falsafah, dan Penerapan (1st ed.). Yogyakarta: Center for Academic Publishing Service.
  8. Kasnadi, & Sutejo. (2010). Kajian Prosa Kiat Menyisir Dunia Prosa. Ponorogo: P2MP Spectrum.
  9. Mulyadi, Y., Andriyani, A., & Fajwah, M.A. (2016). Intisari Sastra Indonesia untuk SMP dan SMA. Bandung: Yrama Widya.
  10. Moleong J Lexy. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  11. Rasyad. (2008). Intervensi Komunitas : Pembangunan Masyarakat Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
  12. Ratna, I. N. K. (2009). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra dari Strukturalisme hingga Postrukturalisme: Perspektif Wacana Naratif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  13. Siswantoro. (2010). Metode Penelitian Sastra: Analisis Struktur Puisi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  14. Setiawan, K.E.P. (2014). Analisis Semiotik Kumpulan Puisi Mata Air Di Karang Rindu Karya Tjahjono Widarmanto. Sripsi.STKIP PGRI Ngawi.
  15. Sukatman. (2009). Butir-butir Tradisi Lisan Indonesia Pengantar Teori dan Pembelajarannya. Yogyakarta: Laksbang Pressindo.
  16. Sutardjo Imam. (2012). Kajian Budaya Jawa. Surakarta: Jurusan Sastra Daerah Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta.
  17. Tanpoaran. (1997). Sangkan Paraning Dumadi. Surabaya: Yayasan Djojo Bojo bekerja sama dengan Paguyuban Sosrokartanan Surabaya.
  18. Teeuw A. (1989). Tergantung Pada Kata. Jakarta: Sinar Harapan.
  19. Widarmanto, T. (2013). Sekumpulan Puisi Mata Air Di Karang Rindu. Sidoarjo: Satukata [email protected]